Sebuah Simpangan



Kita ada untuk hidup. Menjalani sebuah garis cerita masing-masing. Cerita yang kita rangkai sendiri, dengan bantuan waktu sebagai peramunya. Dan detik demi detik kita lewati, melangkah semu, meski tiada tahu apa yang kan menghadang. Kita berjalan, hanya untuk sebuah harap, bahwa esok datang tanpa mengundang ratap. Keadaan memaksa kita untuk tetap bertahan, saat kata mundur menggoda sebuah keteguhan. Namun kita tidak akan mudah jatuh, walau tak yakin jalan mana yang harus kita tempuh.


Selalu ada saat, dimana pertemuan terasa menggembirakan. Ketika ia membuai merdu, menyeret kita terlalu dalam, seakan ia merayu kita untuk tidak beranjak.  Seakan ia godaan yang tidak sanggup kita abaikan. Kita jatuh dalam masa yang disebut dengan zona nyaman. Sedang aku sendiri lebih memilih memanggilnya dengan zona kehinaan. Hingga tak kita sadar, bahwa keadaan berlalu cepat, menarik diri kita keras mengikutinya. Tapi kita masih ingin berada dalam zona nyaman. Kita masih ingin tertawa, kita masih ingin  merasa bahagia. Kebahagiaan semu yang menyakitkan. Dan pada tahap ini, mereka menyebutnya dengan perpisahan.

 Perpisahan bagaikan sebuah simpangan. Kita tak bisa terus berjalan jika tak melewatinya.Kita mesti terus berjalan, untuk menyambut simpangan selanjutnya. Dan kita memerlukan sebuah hal bernama keputusan. Maukah kau tetap tinggal? Ataukah kau hendak mundur? Ataukah mungkin kau ingin terus berjalan? Namun ingat, jalan yang kau pilih, mampukah ia membawamu ke sebuah tempat dengan pelangi menggantung indah di ujung jalannya? Ataukah hanya membawamu ke ujung tebing tajam yang siap menerkammu kapan saja? 

 Source : Google

Dan ketika kita berada disana, di sebuah simpangan, yang akan kita rasakan hanyalah bagaimana kejamnya waktu yang mencekik erat. Hingga ku yakin kita akan lupa bagaimana rasanya bernapas lega. Ia bagai benalu. Menodong dengan belatinya, menghentikan mimpi tak guna, lalu memaksa keputusan untuk dibuat secepatnya. Kita tidak dibiarkan lengah. Sedang ia tak sedikitpun jera. Sementara ketakutan akan menjalar di seluruh pikiran, memenuhi ruang hati yang tadinya dipenuhi tanda bahagia. Senda, canda, tawa, perlahan menjauh. Kitapun paham, bahwa pada saat itu, masa itu,  kita harus yakin untuk tidak terjatuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Secret Admirer

Untuk Ikram Wahyudi.

PENENTUAN