Postingan

Untitled

Pada dasarnya, hubungan manusia itu rapuh. Bahkan bila diibaratkan sebuah pijakan,maka topangan bagi pijakan tersebut tentunya sangat dibutuhkan. Dorongan selembut apapun dapat meretakkan hubungan manusia, meskipun terlihat bagi orang lain, permukaannya tenang dan tak beriak. Sentuhan sekecil apapun dapat meluluhlantakkan pijakan yang dibangun, jika dasarnya tak benar-benar kokoh. Atau mungkin karena pernah terjadinya sebuah retakkan sebelumnya, yang bahkan jika sebuah hubungan di bangun kembali, dasarnya tidak lagi sama. Itu berbeda.

PENENTUAN

Gambar
PENENTUAN Seorang gadis, bergaun dengan atasan senada jingga saat senja, dan bawahan hitam sehitam gelap, duduk termangu di tengah bangku taman. Ketika itu, semi memuncak, merekahkan bunga, dan pepohonan di pinggiran jalan taman. Dua lampu taman seakan menjadi penjaga setia bangku itu, mengapitnya seakan erat enggan lepas.

HUJAN

Gambar
HUJAN Hujan selalu datang ketika aku ingin melupakannya. Mungkin untuk menggodaku yang selalu bergumam dalam benak aku sangat membenci hujan. Katamu hujan adalah satu-satunya hal yang kau sukai di dunia ini. Katamu, hujan begitu baik. Memberi kesempatan makhluk lain untuk hidup. Ketika hujan, segalanya redam, menenangkan. Meski deras bisingnya memekakkan, namun katamu, itu bak melodi indah. Layaknya nyanyian, bersenandung merdu.

Untuk yang pernah ada..

Gambar
Untukmu yang pernah ada. Mungkin waktu membawa kita berlalu. Mungkin dulu hanya jadi cerita layu. Mungkin kita hanya jadi sebingkai kasa. Mungkin kita hanya menjadi sebatas kisah.

1 Syawal 1436 H

Gambar
Source:Google              Embun menyantun lembut di pagi itu. Terdengar kumandang takbir dari segala penjuru. Orang-orang berlalu lalang, berlomba-lomba memakai pakaian sebagus-bagusnya, sebaru-barunya, seindah-indahnya. Mereka berbondong-bondong menuju sumber suara takbir.

Curhatan Korban PHP

              Aku menerimanya. Segala hal yang kau berikan padaku, dan semua lakumu yang sesungguhnya sangat menyakitiku. Tidakkah kau ingat, sayang ? Di saat kau begitu terpuruk karena keadaan saat tak ada seorang pun yang bersedia hadir di sisimu, hanyalah ada aku yang terus mencoba menghapus air mata mu?

Sang Bocah dan Etalase

Gambar
Sang Bocah dan Etalase               Bocah itu mengambil sehelai sapu tangan dari sebuah saku kecil. Baju putih yang ia kenakan, mungkin tidak layak disebut putih lagi. Beberapa noda bak jamur-jamur di sisi pepohonan, melekat erat di permukaan baju. Celana merah ia kenakan. Setiap orang pun tahu, siswa di bangku sekolah dasar sering mengenakannya. Tapi tampak, lusuh badan dan celana. Bahkan wajah, seperti lipatan-lipatan baju kusut.