Ketulusan Hati
Ketulusan hati adalah hal yang selalu patut menjadi sebuah pertanyaan. Adakah orang lain di luar sana yang dengan tulusnya peduli pada kehidupan pribadi kita? Akankah ada anak manusia lain di belahan bumi lainnya yang benar-benar memiliki ketulusan penuh untuk menghargai kehidupan kita ?
Ketika seseorang bertanya pada yang lainnya, " ada apa dengan dirimu?" atau "apakah kau sedang tak baik?" atau pula "bagaimana keadaanmu?" , benarkah mereka benar-benar tulus mempedulikan keadaan lainnya? Ataukah hanya untuk sekadar basa-basi semata? Entahlah. Tak ada seorang pun di dunia ini yang dapat bertindak layaknya Tuhan, yg mampu mengukur seberapa dalam ketulusan orang lain dan seberapa besar kepedulian yang menyertainya.
Namun, satu hal pasti yang seharusnya kita ketahui adalah tak ada seorang pun di dunia ini yang mampu mengerti dan mampu peduli pada kita sebaik diri kita sendiri. Dan memang tak seharusnya kita terlalu mengharapkan kepedulian orang lain yg belum tentu tulus dan apa adanya.
Sebab terkadang, kemunafikan sering kita salah artikan sebagai sebuah ketulusan. Percayalah pada diri kita sendiri.
Ketika seseorang bertanya pada yang lainnya, " ada apa dengan dirimu?" atau "apakah kau sedang tak baik?" atau pula "bagaimana keadaanmu?" , benarkah mereka benar-benar tulus mempedulikan keadaan lainnya? Ataukah hanya untuk sekadar basa-basi semata? Entahlah. Tak ada seorang pun di dunia ini yang dapat bertindak layaknya Tuhan, yg mampu mengukur seberapa dalam ketulusan orang lain dan seberapa besar kepedulian yang menyertainya.
Namun, satu hal pasti yang seharusnya kita ketahui adalah tak ada seorang pun di dunia ini yang mampu mengerti dan mampu peduli pada kita sebaik diri kita sendiri. Dan memang tak seharusnya kita terlalu mengharapkan kepedulian orang lain yg belum tentu tulus dan apa adanya.
Sebab terkadang, kemunafikan sering kita salah artikan sebagai sebuah ketulusan. Percayalah pada diri kita sendiri.
Komentar
Posting Komentar